Survei Gempa Swarm, BMKG Boyong Peralatan Diteksi ke Situbondo
Alat berupa seismograf single station tipe TDS-III dipasang di belakang kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jalan WR Soepratman, Situbondo, Minggu (8/4/2012) malam.
"Gempa di Situbondo ini tergolong agak langka, karena disertai dengan suara dentuman. Kami sampai diinstruksikan langsung oleh atasan kami di Bali untuk memasang alat di sini," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Tretes Benni Sipollo kepada detiksurabayacom, Minggu (8/4/2012) malam.
Lebih jauh, Benny menjelaskan, saat ini gempa yang terjadi di Situbondo sudah sampai pada tipe swarm atau sekumpulan gempa. Sehingga intensitas terjadinya gempa cukup sering, meski skalanya kecil-kecil antara II - IV MMI dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan. Karena itu, warga diimbau tidak terlalu panik.
"Tipe gempa itu ada tiga yaitu tipe utama, susulan, dan tipe swarm. Ini mirip dengan di Trenggalek beberapa tahun silam. Selain disertai dengan bunyi dentuman, gerakannya juga ke atas ke bawah. Goyangan ke atas ke bawah itu biasa disebut gelombang sekunder," tukas Benni Sipollo di kantor BPBD Situbondo.
Benni juga memaparkan, gempa yang disertai dengan suara dentuman itu seringkali terjadi di daerah patahan bumi. Suara dentuman itu sendiri muncul sebagai energi akibat desakan lempengan bumi yang mengarah ke daerah patahan. Sehingga terjadilah gempa swarm seperti di Situbondo.
"Hanya saja kita belum bisa menyebutkan lebih rinci epic gempanya. Mudah-mudahan dengan alat survei itu kita bisa menditeksinya malam ini," harap Benni Sipollo.
Sebelumnya, kebanyakan warga Situbondo tidak percaya jika fenomena alam yang terjadi sejak Jumat (6/4/2012) adalah gempa bumi. Karena selain selalu disertai suara dentuman, goyangan bumi juga tidak ke samping. Melainkan bergoyang ke atas dan ke bawah. Warga beranggapan terjadinya gempa bumi selalu ditandai dengan goyangan ke samping saja.
"Hanya saja, gempa tipe swarm seperti ini biasanya terjadinya agak lama, sekitar 1 - 2 Minggu. Malahan kalau skalanya agak besar bisa sampai 1 - 2 bulan," pungkas Benni Sipollo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar